Sub Bab Chapter 10- Managing Interest Rate-Risk pada Bank Syariah
Pengelolaan
Risiko Suku Bunga pada
Bank Syariah
|
Bank Nasional Pertama |
|
|
Asset |
Liabilitas (kewajiban) |
|
Aset sensitif suku bunga $ 20 juta Pinjaman tingkat
variabel dan jangka pendek Akun sekuritas jangka pendek $ 80 juta Cadangan Pinjaman jangka panjang Simpanan tabungan Sekuritas
jangka panjang |
Kewajiban sensitif tingkat variabel $ 50 juta CD Tingkat variabel Deposito pasar uang Kewajiban suku bunga tetap $ 50 juta Deposito yang dapat
diperiksa Simpanan tabungan CD jangka panjang Ekuitas modal |
Sebanyak $20 juta asetnya sensitif terhadap suku bunga,
dengan suku bunga yang sering berubah
(setidaknya setahun sekali), dan $80 juta asetnya adalah suku bunga tetap,
dengan suku bunga yang tetap tidak
berubah untuk jangka waktu yang lama (lebih dari setahun). Di sisi
kewajiban, First National Bank memiliki
$50 juta liabilitas yang sensitif terhadap suku bunga dan $50 juta dari liabilitas dengan suku bunga tetap. Misalkan
suku bunga naik rata-rata 5 poin persentase, dari 10% menjadi 15%. Pendapatan aset meningkat
sebesar $1 juta (= 5% * $20 juta dari aset yang sensitif terhadap suku bunga), sedangkan pembayaran
kewajiban meningkat sebesar $2,5 juta (= 5% * $50 juta dari kewajiban yang sensitif terhadap
suku bunga). Keuntungan First National Bank sekarang turun sebesar $1.5 juta 1= $1 juta - $2.5
juta2. Sebaliknya, jika suku bunga turun 5 poin persentase, alasan serupa memberi tahu kita bahwa
keuntungan Bank Nasional Pertama meningkat sebesar $1,5 juta. Contoh ini mengilustrasikan hal
berikut: Jika bank memiliki kewajiban yang lebih sensitif terhadap suku bunga daripada aset, kenaikan
suku bunga akan mengurangi keuntungan bank dan
penurunan suku bunga akan meningkatkan keuntungan bank.
Analisis Kesenjangan dan Durasi
Sensitivitas keuntungan bank terhadap perubahan suku bunga
dapat diukur secara lebih langsung
menggunakan gap analysis, di mana jumlah kewajiban yang sensitif terhadap suku
bunga dikurangi dari jumlah aset yang
sensitif terhadap suku bunga. Dalam contoh kami, perhitungan ini (disebut "kesenjangan") adalah -$30
juta 1= $20 juta - $50 juta2. Dengan mengalikan gap kali perubahan suku bunga, kita dapat segera
mendapatkan efeknya terhadap keuntungan bank. Misalnya,
ketika suku bunga naik 5 poin persentase, perubahan
keuntungan adalah 5% * -$30 juta, yang sama
dengan -$1,5 juta, seperti yang kita lihat.
Analisis yang baru saja kami lakukan dikenal sebagai
analisis kesenjangan dasar, dan dapat
disempurnakan dengan dua cara. Jelas, tidak semua aset dan liabilitas
dalam kategori suku bunga tetap memiliki
jatuh tempo yang sama. Salah satu penyempurnaan, pendekatan maturity
bucket, adalah mengukur gap untuk
beberapa subinterval jatuh tempo, yang disebut maturity bucket, sehingga pengaruh perubahan suku bunga selama periode
multiyears dapat dihitung. Penyempurnaan kedua,
yang disebut analisis kesenjangan standar, menjelaskan tingkat sensitivitas
tingkat yang berbeda untuk aset dan
kewajiban yang sensitif terhadap suku bunga yang berbeda.
Metode alternatif untuk mengukur risiko suku bunga, yang
disebut analisis durasi, memeriksa
sensitivitas nilai pasar dari total aset dan kewajiban bank terhadap
perubahan suku bunga. Analisis durasi
didasarkan pada apa yang dikenal sebagai konsep durasi Macaulay, yang mengukur
masa pakai rata-rata aliran pembayaran
sekuritas. Durasi adalah konsep yang berguna karena memberikan perkiraan yang baik tentang sensitivitas
nilai pasar sekuritas terhadap perubahan suku bunganya:
persen perubahan nilai pasar keamanan
-percentage@point perubahan suku bunga * durasi dalam tahun
di mana menunjukkan "kira-kira
sama."
Analisis durasi melibatkan penggunaan durasi rata-rata
(tertimbang) dari aset lembaga keuangan
dan kewajibannya untuk melihat bagaimana kekayaan bersihnya menanggapi
perubahan suku bunga. Kembali ke contoh
kami tentang Bank Nasional Pertama, misalkan bahwa durasi rata rata asetnya
adalah tiga tahun (yaitu, masa pakai rata-rata aliran pembayaran adalah tiga
tahun), sedangkan durasi rata-rata
kewajibannya adalah dua tahun. Selain itu, Bank Nasional Pertama memiliki aset $100 juta dan, katakanlah,
kewajiban $90 juta, sehingga modal banknya adalah 10% dari aset. Dengan kenaikan suku bunga 5 poin
persentase, nilai pasar aset bank turun 15%1= -5% * 3 tahun2, penurunan $15 juta pada aset $100
juta. Namun, nilai pasar liabilitas turun 10%1= -5% * 2 tahun2, penurunan $9 juta pada kewajiban $90
juta. Hasil bersihnya adalah bahwa kekayaan bersih (nilai pasar aset dikurangi kewajiban) telah
menurun sebesar $ 6 juta, atau 6% dari total nilai aset asli. Demikian pula, penurunan suku bunga 5 poin
persentase meningkatkan kekayaan bersih Bank
Nasional Pertama sebesar 6% dari total nilai aset. Seperti yang
dijelaskan oleh contoh kami, analisis
durasi dan analisis kesenjangan menunjukkan bahwa Bank Nasional Pertama
akan menderita jika suku bunga naik
tetapi akan naik jika turun. Analisis durasi dan analisis kesenjangan dengan
demikian merupakan alat yang berguna
untuk memberi tahu manajer lembaga keuangan tingkat paparannya terhadap risiko suku bunga.
Secara aljabar, durasi Macaulay, D, didefinisikan sebagai
di mana t = waktu sampai pembayaran tunai dilakukan
CPt = pembayaran tunai (bunga ditambah pokok) pada waktu t
i = suku bunga
N = waktu hingga jatuh tempo keamanan
Untuk diskusi yang lebih rinci tentang analisis kesenjangan
durasi menggunakan konsep durasi
Macaulay, Anda dapat melihat lampiran bab ini yang ada di situs web buku ini
di www.myeconlab.com.
LIABILITAS
Asset
dan liability (liabilitas) management pada dasarnya adalah suatu proses
planning, organizing, actuating dan controlling untuk mendapatkan penetapan
kebijaksanaan dibidang pengelolan. Kegiatan mengelola seluruh aset dan
liabilitas bank syariah untuk memastikan ketersediaan likuiditas dan
pemanfaatan dana masyarakat yang optimal, serta memperoleh pendapatan dari
selisih margin/bagi hasil dari pengelolaan tersebut.
Dalam
ilmu akuntansi, kita mengenal istilah liabilitas yang dianggap sebagai suatu
kewajiban entitas yang muncul dari sebuah transaksi atau kejadian di masa lalu.
Kewajiban yang dimaksud yaitu merupakan
segala jenis utang atau pinjaman dari bank atau perorangan yang ditujukan untuk
meningkatkan pendapatan perusahaan. Selain itu, kewajiban merupakan sebuah
tanggung jawab dari pihak lain yang membutuhkan penyelesaian melalui pengiriman
aset berupa penyediaan layanan maupun transaksi lain di masa depan dan
menghasilkan sebuah manfaat ekonomi. Kewajiban merupakan suatu tugas serta
tanggung jawab pada pihak terkait, baik meninggalkan sedikit atau bahkan tidak
sama sekali suatu kebijakan guna menghindari penyelesaian. Kewajiban adalah
sebuah peristiwa dan transaksi yang sudah terjadi dan menimbulkan tanggung
jawab entitas.
Liabilitas
merupakan manfaat ekonomi di masa yang akan datang yang timbul dari kewajiban
sekarang dari suatu entitas untuk mengalihkan aktiva atau menyediakan jasa
kepada entitas lain pada masa yang akan datang sebagai hasil dari transaksi
atau kejadian di masa lalu. Pengertian
ini sejalan dengan pengertian Liabilitas atau Utang menurut Chariri dan Ghozali
(2005:157), dimana Utang adalah pengorbanan manfaat ekonomi yang mungkin
terjadi di masa yang mendatang yang mungkin timbul dari kewajiban sekarang dari
suatu entitas untuk menyerahkan aktiva atau memberikan ke entitas lain di masa
mendatang sebagai akibat transaksi di masa lalu.
Liabilitas terbagi menjadi dua jenis yakni utang lancar dan utang tidak
lancar. Utang lancar merupakan suatu tunjangan yang sering kali dilakukan
perusahaan dalam memenuhi kebutuhan yang berlaku karena ketentuan-ketentuan
bisnis atau yang mendadak dan memungkinkan tidak adanya kerugian yang dialami,
baik perusahaan sedang dalam keadaan stabil ataupun kekurangan modal. Hery (2014) mengungkapkan bahwa kewajiban
lancar adalah kewajiban yang diperkirakan akan dibayar dengan menggunakan aset
lancar atau menciptakan kewajiban lancar lainnya dan harus segera dilunasi
dalam jangka waktu satu tahun.
Hanafi (2010) menyatakan “Utang didefinisikan sebagai pengorbanan
ekonomis yang mungkin timbul dimasa mendatang dari kemudian organisasi sekarang
untuk mentransfer aset atau memberikan jasa ke pihak lain dimasa mendatang,
sebagai akibat transaksi atau kejadian dimasa lalu. Utang muncul terutama
karena penundaan pembayaran untuk barang atau jasa yang telah diterima oleh
organisasi dan dari dana yang dipinjam”. Sementara pengertian Liabilitas atau
Utang menurut Munawir (2010:18), Utang adalah semua kewajiban keuangan
perusahaan kepada pihak lain yang belum terpenuhi, di mana hutang ini merupakan
sumber dana atau modal perusahaan yang berasal dari kreditor.
Pengertian ini sejalan dengan pengertian Liabilitas atau Utang menurut
Hantono (2018:16), Utang adalah semua kewajiban perusahaan yang harus dilunasi
yang timbul sebagai akibat pembelian barang secara kredit ataupun penerimaan
pinjaman.
Sehingga
dapat disimpulkan bahwa liabilitas adalah sebuah kewajiban (utang atau
pinjaman) sebuah entitas yang timbul di masa mendatang akibat sebuah transaksi
kredit karena adanya penundaan pembayaran yang dilakukan dimasa lalu.
Secara
umum, liabilitas akan muncul dan tercatat di neraca laporan keuangan yang
ditulis di akhir periode. Tujuannya yaitu untuk mengidentifikasi kondisi
keuangan sebuah perusahaan pada periode tersebut. Biasanya, letak liabilitas di
laporan keuangan berada di kolom sebelah kanan bersama dengan catatan ekuitas.
Dimana dalam pencatatannya, liabilitas berada di urutan yang sudah ditentukan.
Adapun
jenis liabilitas dapat dijabarkan kedalam dua sifat yaitu Long Term Liability (liabilitas yang bersifat jangka panjang) yaitu
liabilitas yang kewajiban hutangnya diperkirakan berjangka waktu lebih dari
satu tahun. Contoh dari liabilitas ini adalah berbentuk utang bank, hipotik,
obligasi dan pinjaman dana tunai. Dan Short
Term Liability( liabilitas yang bersifat jangka pendek) yaitu liabilitas
yang bersifat jangka pendek, kurang dari satu tahun dan sering disebut juga
liabilitas lancar. Contoh dari liabilitas jangka pendek adalah utang dagang,
utang wesel, penghasilan yang ditangguhkan, beban yang perlu dibayarkan, utang
pajak, pendapatan diterima dimuka dan pinjaman jangka pendek..
Selain
2 jenis liabilitas yang sudah disebutkan diatas, masih ada lagi jenis lainnya,
yaitu modal. Modal merupakan jenis liabilitas yang berasal dari selisih aset
dan juga hutang yang dimiliki sebuah perusahaan. Modal termasuk kedalam jenis
liabilitas kontinjensi yang artinya ada tidaknya kewajiban bergantung pada
peristiwa yang akan terjadi di masa mendatang. Oleh karena itu, jatuh tempo
dari sebuah liabilitas jenis ini tidak akan pernah bisa diprediksi. Maka tidak
heran jika tidak banyak pemilik perusahaan yang mengambil jenis liabilitas ini.
Contoh dari liabilitas ini antara lain garansi untuk sebuah produk, gugatan
melalui jalur hukum dan lainnya sebagainya.
Adapun beberapa karakteristik dari liabilitas
secara umum adalah pertama, Semua
pinjaman yang dipakai untuk meningkatkan pendapatan pribadi atau perusahaan,
baik itu dari bank, perorangan, atau yang lainnya harus dibayar saat itu juga
ketika sudah jatuh tempo. Kedua,
Segala macam bentuk kewajiban yang harus dibayarkan pada pihak lain, entah itu
pertukaran aset, transfer uang tunai, pemberian layanan atau jasa, dan kegiatan
lain yang memberikan manfaat ekonomi pada periode yang sudah ditentukan sesuai
dengan kesepakatan atau waktu peristiwa bisnis tertentu. Ketiga, Kejadian bisnis atau transaksi yang sudah terlaksana serta
mengharuskan entitas. Dan keempat,
Sebuah bentuk tanggung jawab entitas kepada pihak lain, baik itu yang
meninggalkan suatu kebijakan atau yang tidak menghindari upaya penyelesaian.
Sementara
itu liabilitas pada
Bank islam harus memiliki karakter tambahan yaitu Bank Islam harus memiliki
kewajiban kepada pihak lain dan kewajiban Bank Islam tidak boleh saling
bergantung dengan kewajiban pihak lain kepada bank, kewajiban Bank Islam harus
bisa diukur secara keuangan dengan tingkat reabilitas yang wajar, kewajiban
Bank Islam itu harus bisa dipenuhi melalui pemindahan satu atau lebih asset
Bank Islam kepada pihak lain, meneruskan kepada pihak lain akan penggunaan aset
Bank Islam untuk suatu periode atau menyediakan jasa pihak lain (Antonio,
2000).
Referensi:
Buku
Panduan Mata Kuliah Manajemen Keuangan Bank Syariah (2022)
Hery
(2014). Akuntansi Dasar 1 dan 2. Jakarta: Kompas Gramedia
Rani
Raranta. 2020. Strategi Perbankan Syariah Dalam Manajemen Aset Dan Liabilitas,
Jurnal Tamwil, Vol. VI, No. 2, Juli-Desember 2020.
Budi
Kho (2020) Pengertian liabilitas atau hutang dan jenis-jenis liabilitas https://ilmumanajemenindustri.com/pengertian-liabilitas-atau-utang-dan-jenis-jenis-liabilitas/ diakses 9 juni 2022
Mengenal
Liabilitas, jenis dan contohnya https://money.kompas.com/read/2022/04/11/234645926/mengenal-apa-itu-liabilitas-jenis-contoh-dan-karakteristiknya?page=all diakses 9 juni 2022
Komentar
Posting Komentar